<script data-pm-proxy="intercept"></script><?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:googleplay="http://www.google.com/schemas/play-podcasts/1.0"><channel><title><![CDATA[uuii]]></title><description><![CDATA[🌷🎀💖✨🌸]]></description><link>https://2121ii.substack.com</link><image><url>https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!jfrd!,w_256,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe8f9821c-cf8c-4565-91f9-050021879881_1286x1287.png</url><title>uuii</title><link>https://2121ii.substack.com</link></image><generator>Substack</generator><lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 04:09:02 GMT</lastBuildDate><atom:link href="/__u/2121ii.substack.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/><copyright><![CDATA[uuii]]></copyright><language><![CDATA[en]]></language><webMaster><![CDATA[2121ii@substack.com]]></webMaster><itunes:owner><itunes:email><![CDATA[2121ii@substack.com]]></itunes:email><itunes:name><![CDATA[uuii]]></itunes:name></itunes:owner><itunes:author><![CDATA[uuii]]></itunes:author><googleplay:owner><![CDATA[2121ii@substack.com]]></googleplay:owner><googleplay:email><![CDATA[2121ii@substack.com]]></googleplay:email><googleplay:author><![CDATA[uuii]]></googleplay:author><itunes:block><![CDATA[Yes]]></itunes:block><item><title><![CDATA[Keep making dua, even when you can't see the light yet. ]]></title><description><![CDATA[kak, I'm sorry to shoot you this message in late night, but have you ever felt malas berdoa? hidup lagi susah, ujian banyak, tapi kek males berdoa T-T and feel so lost]]></description><link>https://2121ii.substack.com/p/keep-making-dua-even-when-you-cant</link><guid isPermaLink="false">https://2121ii.substack.com/p/keep-making-dua-even-when-you-cant</guid><dc:creator><![CDATA[uuii]]></dc:creator><pubDate>Tue, 18 Aug 2026 08:22:46 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/3401e3e4-40d7-4e51-b1bd-ca3ae6efd891_1983x1487.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p><span>Assalamualaikum teman-temanku semua! Ingin menjawab pertanyaan ini.</span></p><p><span>Kita bahas dulu mengenai ujian ya.</span></p><p><span>As a human being, tentu saja aku pernah merasakan yang namanya ujian, feeling lost, atau berbagai rasa susah lainnya, and even now I have my own struggles. Fyi selama kita masih hidup di dunia, kita semua tuh pasti diuji ya teman-teman. It even promised in the Quran.</span></p><blockquote><p><em><span>Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,</span></em></p><p><span>(al-Baqarah:155)</span></p></blockquote><blockquote><p><em><span>Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, &#8220;Kami telah beriman,&#8221; sedangkan mereka tidak diuji?</span></em></p><p><span>(al-Ankabut:2)</span></p></blockquote><p><span>Mungkin ada kalanya kita wondering atau bahkan iri melihat orang lain yang hidupnya terlihat seperti sempurna tanpa ujian, tapi percaya deh setiap orang itu pasti Allah uji sesuai kapasitasnya masing-masing.</span></p><p><span>Contohnya nih dulu ada teman smp yang aku kagum banget sama dia. Udah anaknya cantik, baik, pinter, mandiri, dari keluarga berada pula. Kek semua tuh terlihat perfect. Suatu hari kita berencana mau daftar SMA barengan ke salah satu boarding school yang ternyata uang masuknya lumayan mahal. Singkat cerita dia masuk boarding school tersebut dan aku harus memilih sekolah lain karena keterbatasan biaya. Saat itu aku kek ngebatin dalam hati tapi bukan yang iri atau gimana</span></p><p><em><span>&#8221;wih enak banget ya kayanya jadi dia, udah pinter, cantik, &#8230;.coba aja kalo misal&#8230;....&#8221;</span></em></p><p><mark data-color="#f4cccc" style="background-color: rgb(244, 204, 204); color: rgb(0, 0, 0);"><span>Ps: Ini ga boleh ditiru ya guys! berandai-andai atas sesuatu yang telah terjadi dan berat hati atas apa yang telah Allah tetapkan.</span></mark></p><p><span>Setahun berlalu kita janjian untuk bertemu. Di pertemuan itu dia menceritakan bahwa neneknya yang menemani dia sedari kecil meninggal saat dia berada di pondok, jauh dari rumah. Disitu aku sedih banget karena aku juga dibesarkan oleh nenek dari kecil jadi bisa bayangin sesedih apa dia waktu itu. Setelah mendengar banyak cerita dari dia, ternyata dia sering dirumah sendiri karena kakaknya kuliah dan kedua orang tuanya sibuk bekerja di luar kota. Dari situ aku sadar kalau kita semua tuh punya ujian kita masing-masing dan sejak saat itu pula aku berhenti membandingkan hidupku dengan orang lain.</span></p><p><span>Mungkin ada kalanya juga kita bertanya-tanya,</span></p><p><em><span>&#8220;kenapa harus aku sih yang mendapat ujian ini?&#8221;</span></em></p><p><span>Jawaban singkatnya, karena Allah tahu kamu yang mampu, bukan orang lain. Allah bakal kasih ujian yang berbeda ke setiap orang karena kita semua punya tingkat kesabaran, toleransi, dan iman yang berbeda satu sama lain, which is why He created each soul with its own capacity which has its own path back to Him.</span></p><blockquote><p><em><span>&#8220;Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.&#8221;</span></em></p><p><span>al-Baqarah:286</span></p></blockquote><p><span>Terkadang Allah akan memberikan situasi yang sangat sulit di kehidupan kita sampai kita tuh ga bisa melihat kebaikan apa yang akan datang dari hal tersebut. Tapi Allah itu tahu betul bahwa apapun situasi yang sedang kita jalani, pasti dan pasti ada kebaikan buat kita disitu, meskipun kita ga ngerti di awal.</span></p><p><span>Untuk sedikit merubah perspektif kita ketika mendapat ujian, ada riwayat yang mengatakan kalau diberikannya ujian kepada kita itu tanda kalau Allah sayang sama kita.</span></p><blockquote><p><em><span>Allah tests those He loves most</span></em></p><p><span>(Thirmidhi 2396)</span></p></blockquote><p><span>I Found this beautiful words from Nazwi ha</span></p><p><span>When Allah loves you, He tests you. Not to punish, but to purify your heart, strengthen your faith, and draw you closer to Him. Every hardship carries a hidden mercy, every tear is seen, and every test is a reminder that Allah is shaping you for a higher place.</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><p><span>Intinya, masalah atau ujian itu hal yang wajar dan selama kita masih hidup di dunia, kita gaakan bisa lepas darinya. Ujian ini tidak hanya rasa susah ya teman-teman, bisa saja berupa kemudahan, kekayaan, maupun hal-hal lain yang berpotensi melalaikan diri kita dari Allah.</span></p></div><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://2121ii.substack.com/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe now&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="/__u/2121ii.substack.com/subscribe"><span>Subscribe now</span></a></p><p><span>Oke kita bahas mengenai berdoa.  </span></p><p><span>Alhamdulillah sejauh ini Allah masih memberiku hidayah untuk selalu memanjatkan doa regardless of my situation. Karena aku merasa kek</span></p><p><em><span>&#8220;Kalau aku ga berdoa ke Allah, siapa lagi yang bisa nolongin aku?&#8221;</span></em></p><p><span>Berdoa itu sendiri juga merupakan bentuk taufik (guidance) dan gift dari Allah buat hambanya. Kek bayangin kita tuh punya direct access untuk meminta sesuatu to the one who knows everything, to the ones who create the heaven and the earth. Masa kita masih gamau berdoa sih? Rugi sekali jika demikian.</span></p><p><span>Ibaratnya pertolongan Allah itu sangat dekat terus kamu kek</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>Meh, ngapain berdoa aku bisa urus sendiri ko</span></em><span>k&#8221;</span></p><p><span>Like whatt?! Come on&#8230; you guys will be missing advantages if you do so.</span></p><p><span>Balik ke pertanyaan di atas mengenai &#8220;malas&#8220; dalam berdoa. Guys, berdoa itu cuma modal menengadahkan tangan dan minta ke Allah. Tinggal minta doang, ga bayar sepeser pun. Dan boleh jadi ujian yang Allah kasih itu karena Allah pengen denger doa-doa kamu. Harus Allah kasih keadaan seperti apa lagi biar kamu mau berdoa?</span></p><p><span>Memanjatkan doa kepada Allah juga merupakan wujud merendahkan diri kita di hadapan Allah. We are nothing without Him. Dan kebalikannya, kalau kita gamau berdoa ke Allah artinya ada kesombongan di dalam diri kita (naudzubillah).</span></p><p><span>Usahakan selalu berdoa walaupun kelihatannya hal tersebut tidak mungkin di mata manusia. Ingat kepada siapa kita meminta. You are asking the creator of this whole world. You are asking the one who can grant the impossible. And you&#8217;re dua, I&#8217;m pretty sure it is very much possible for Him.</span></p><p><span>Yang bisa kita lakukan setelah berdoa yaitu melakukan usaha/ikhtiar semampu kita, kemudian bertawakkal terhadap apapun hasilnya nanti. If it is for you, it will be yours. If it&#8217;s not good for you, Allah (swt) has better plans for you.</span></p><p>Ketika kita menengadahkan tangan untuk berdoa, doa itu ga akan kembali sia-sia <span>karena bakal ada 3 outcome yang sama-sama baik:</span></p><ol><li><p><span>Allah kabulkan permintaan kita</span></p></li></ol><blockquote><p style="text-align: center;"><span>&#1575;&#1583;&#1618;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1616;&#1610; &#1571;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1580;&#1616;&#1576;&#1618; &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.</span></em><span>&#8221; (QS. Al Mu&#8217;min: 60).</span></p></blockquote><ol start="2"><li><p><span>Allah menunda atau tidak mengabulkan exactly seperti apa yang kita minta tetapi diberi sesuatu yang jauh lebih baik</span></p></li></ol><blockquote><p style="text-align: center;"><span>&#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1587;&#1614;&#1609; &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1578;&#1614;&#1603;&#1618;&#1585;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1575; &#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1574;&#1611;&#1575; &#1608;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614; &#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1612; &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu</span></em><span>.&#8221; (QS. Al Baqarah: 216)</span></p></blockquote><ol start="3"><li><p><span>Disimpan dan jadi pahala kebaikan di akhirat kelak</span></p></li></ol><blockquote><p><span>&#8220;</span><em><span>Tidaklah seorang muslim memanjatkan do&#8217;a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan doanya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.&#8221; Para sahabat lantas mengatakan, &#8220;Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo&#8217;a.&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam lantas berkata, &#8220;Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do&#8217;a-do&#8217;a kalian.</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>(HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa&#8217;id; derajat </span><em><span>hasan</span></em><span>)</span></p></blockquote><p><span>Berdoa secara tidak langsung juga bisa menurunkan tingkat stress. Dalam sebuah penelitian di tahun 1991, dikatakan  bahwa orang yang intrinsically religious (menjalankan agama karena benar-benar diyakini bukan sekadar demi status sosial atau tekanan eksternal) akan memiliki tingkat stress yang lebih rendah karena memiliki keselarasan yang lebih besar antara keyakinan dengan perilaku, sehingga mereka mengalami lebih sedikit internal conflict dan memiliki sumber coping yang dapat mendukung kesehatan mental mereka (Genia &amp; Shaw, 1991). Sumber coping ini  kalau di Islam bisa berbentuk Doa, ibadah, dan tawakal yang bisa menjadi mekanisme regulasi emosi saat menghadapi stres.</span></p><p><span>Untuk penjelasan lebih lengkap kalian bisa nonton video dari farah ini ya! Pembahasannya sangat mudah dipahami dan seru untuk didengarkan.</span></p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2" target="_blank" href="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_424, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 424w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_848, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 848w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_1272, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 1272w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_1456, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 1456w" sizes="100vw"><img src="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png" width="284" height="203.30054644808743" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:null,&quot;height&quot;:524,&quot;width&quot;:732,&quot;resizeWidth&quot;:284,&quot;bytes&quot;:null,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:null,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:true,&quot;topImage&quot;:false,&quot;internalRedirect&quot;:null,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_424, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 424w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_848, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 848w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_1272, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 1272w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!1pfF!, /__u/2121ii.substack.com/w_1456, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2F55f27340-924f-4d65-97d8-c9b486801d2d_732x524.png 1456w" sizes="100vw" loading="lazy"></picture><div></div></div></a></figure></div><p><span>Sekian jawaban dari aku. Intinya jangan sampai kita malas buat berdoa apapun kondisi nya, entah dalam keadaan sedih maupun lapang. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu Allah beri taufik untuk senantiasa berdoa.</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><p><em><span>Karena jika bukan Allah, siapa lagi yang bisa menolong kita?</span></em></p></div><p><span>Untuk siapapun yang mengirim pertanyaan di atas, kamu harus tahu kalau Allah sesayang itu sama kamu. Ga mungkin kamu ngetik pertanyaan itu ke aku kalau bukan Allah yang menggerakkan hati kamu. That struggle is itself a test and sign that your heart is still alive. Habis ini banyakin berdoa yah! </span>Maybe Allah wants to hear your voice again, or perhaps He wants you to rely on Him alone as you go through the hardships you&#8217;re facing right now.</p><p><span>Untuk para reader, jika kalian membaca sampai sejauh ini pastilah Allah yang menggerakkan hati kalian. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil.</span></p><p><em>Ps: Jujur saja aku awalnya ragu untuk menjawab pertanyaan ini karena merasa tidak pantas saja. Tapi entah kenapa kepikiran terus dan Alhamdulillah Allah memudahkanku untuk menyusun tiap kata dalam tulisan ini.</em></p><p><span>Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan berasal dari diriku sendiri.</span></p><p><span>May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said. Allahumma Aamiiin&#8230;</span></p><p><span>Barakallahufikum, Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</span></p><p></p><p style="text-align: center;"><strong><span>References</span></strong></p><blockquote><p><span>farah. (2023). </span><em><span>you&#8217;re gonna start making dua after watching this</span></em><span>.</span></p><div id="youtube2-77Uq8gwXFqA" class="youtube-wrap" data-attrs="{&quot;videoId&quot;:&quot;77Uq8gwXFqA&quot;,&quot;startTime&quot;:null,&quot;endTime&quot;:null}" data-component-name="Youtube2ToDOM"><div class="youtube-inner"><iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/77Uq8gwXFqA?rel=0&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;enablejsapi=0" frameborder="0" loading="lazy" gesture="media" allow="autoplay; fullscreen" allowautoplay="true" allowfullscreen="true" width="728" height="409"></iframe></div></div><p><span>Genia, V., &amp; Shaw, D. G. (1991). Religion, Intrinsic-Extrinsic Orientation, and Depression. </span><em><span>Review of Religious Research</span></em><span>, </span><em><span>32</span></em><span>(3), 274. </span><a href="https://doi.org/10.2307/3511212"><span>https://doi.org/10.2307/3511212</span></a></p></blockquote>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Keinginan untuk menutup aurat yang membukakan jalanku berkuliah ke luar negeri]]></title><description><![CDATA[Ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku ketika memilih sekolah SMA waktu itu, salah satunya adalah seragam.]]></description><link>https://2121ii.substack.com/p/keinginan-untuk-menutup-aurat-yang</link><guid isPermaLink="false">https://2121ii.substack.com/p/keinginan-untuk-menutup-aurat-yang</guid><dc:creator><![CDATA[uuii]]></dc:creator><pubDate>Thu, 09 Jul 2026 07:17:36 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/8b7999b5-c29a-426c-99e1-f0100729028e_1295x1361.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Ingin sekali rasanya bersekolah di sekolah yang seragamnya tidak ketat serta menormalisasi penggunaan ciput dan kerudung yang syar'i (menutup dada).</p><div><hr></div><p><span>Menginjak kelas 3 SMP, aku mulai mencari-cari tahu batasan-batasan aurat karena memang materi itu seingatku tidak pernah diajarkan secara formal di sekolahku, pun dari lingkungan sekitar juga tidak ada awareness atas perkara tersebut. Sampai suatu waktu aku sadar kalau caraku memakai kerudung belum benar. Memang saat itu aku sudah memakai kerudung r*bbani yang menutup dada, tapi bagian poni masih terlihat alias jipon. Ditambah lagi, saat itu memang aturannya baju harus dimasukkan ke dalam rok (roknya model span) sehingga, maaf, jika naik tangga atau lari akan terlihat &#8220;nyeplak&#8221;. Lalu aku berpikir,</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>Ini rambut di dahi tetap aurat ga sih walaupun cuma keliatan dikit doang?</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>Trus ini juga seragamnya keknya terlalu ketat deh</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>Dari situ terbesitlah keinginan untuk memakai ciput atau dalaman hijab. Fyi, dulu di SMP tidak ada murid satu pun yang mengenakan ciput, jadi aku awalnya belum berani pakai, hanya sekadar terpikir saja.</span></p><p><em><mark data-color="#d0e0e3" style="background-color: rgb(208, 224, 227); color: rgb(0, 0, 0);"><span>Maybe some of you guys are wondering kenapa tiba-tiba aku belajar tentang batasan-batasan aurat saat itu. Jadi ceritanya ketika libur semester mau naik kelas 3 aku &#8220;hijrah&#8221; dari K-pop beserta kawan-kawannya (tidak kuceritakan detailnya karena akan panjang) dan mulai lebih mempelajari Islam semampuku hehe. </span></mark></em></p><p><span>Oke, back to the story, libur semester 1 menuju semester 2 pun tiba. Karena lagi gabut, aku iseng memotong rambut dan poni sendiri di rumah tanpa sepengetahuan orang lain (saat itu pengen punya poni seperti Lisa bp wkwk). Namun, seperti dugaan kalian, poninya gagal dan cuma sampai setengah dahi. Akhirnya aku punya ide buat memangkas poni sampai abis alias botak. Iya botak.</span></p><p><span>&#8220;</span><em><span>ini keknya kalau aku pangkas sampe habis rambutku gabakal keliatan lagi dan nanti ga perlu mikirin pake ciput deh</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>Awalnya memang berhasil, rambutku ga jipon pas pakai kerudung, tapi tentu saja beberapa hari berjalan rambutku mulai tumbuh lagi dan itu kan baby hair gitu yah, jadinya benar-benar terlihat sangat jelek dan ga rapi. Akhirnya libur semester pun selesai dan mau ga mau aku harus pakai ciput untuk menutupi bagian poniku yang botak itu. Sesampainya di sekolah, benar saja, saat aku lewat, hampir semua orang menatapku dan entah apa persepsi mereka saat itu. Hal itu membuatku sedikit tidak percaya diri, jadi setiap habis wudhu aku bakal selalu sembunyi di dalem mukena temenku buat pakai ciput karena malu aja rasanya kalo diliatin orang lain pas lagi pake ciput. Benar-benar merasa minoritas di tengah mayoritas hehe. Dari situlah muncul keinginan kalau nanti SMA aku pengen cari yang seragamnya longgar dan menormalisasi pemakaian ciput.</span></p><p><span>Mendekati kelulusan SMP, aku sangat bingung karena belum menemukan sekolah yang cocok, sedangkan banyak juga yang menyarankan aku untuk melanjutkan ke SMA 1 saja karena memang sekolah tersebut merupakan sekolah favorit di kabupaten, terus juga deket, dan tentunya banyak dari temanku yang meneruskan ke situ. Fyi, memang kebanyakan anak SMP 1 (sekolah aku) akan meneruskan ke SMA 1 as their first option. Tapi aku ga mau kalau harus ke SMA karena culture berpakaiannya akan sama saja. </span></p><p><span>Pada suatu hari, aku menemukan postingan MAN 2 tentang aturan seragam di explore Instagram. Setelah aku lihat postingan tersebut, ternyata seragam perempuan tidak perlu dimasukkan ke dalam rok dan cukup longgar, ditambah lagi mereka pakai  kerudung berciput yang menutup dada. Aku langsung suka sekali sama seragamnya, tapi ada sedikit keraguan karena sekolah ini berada di kabupaten lain yang which is aku tidak familiar dengan daerah tersebut. Lalu pada hari Jumat, di sore hari aku menonton video profil di youtube MAN 2 dengan resolusi yang rendah. Terus aku teringat bahwa jika kita berdoa di hari Jumat sore itu, bakal mudah diijabah sama Allah.</span></p><blockquote><p><span>&#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1579;&#1618;&#1606;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1588;&#1618;&#1585;&#1614;&#1577;&#1614; &#1587;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1611; &#1604;&#1575;&#1614; &#1610;&#1615;&#1608;&#1580;&#1614;&#1583;&#1615; &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1576;&#1618;&#1583;&#1612; &#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1612; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1571;&#1614;&#1604;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614; &#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1574;&#1611;&#1575; &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614; &#1570;&#1578;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615; &#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615; &#1601;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1616;&#1587;&#1615;&#1608;&#1607;&#1614;&#1575; &#1570;&#1582;&#1616;&#1585;&#1614; &#1587;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1613; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1589;&#1618;&#1585;&#1616;</span></p><p style="text-align: center;"><span>&#8216;</span><em><span>Pada hari Jum&#8217;at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba Muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah &#8216;Ashar.&#8217;</span></em></p><p style="text-align: center;"><strong><span>[HR. Abu Dawud]</span></strong></p></blockquote><p><span>Kemudian aku berdoa sambil merem</span></p><p><span> &#8220;</span><em><span>ya Allah kalau memang sekolah ini yang terbaik bagi hamba, semoga videonya jadi jernih aamiiin</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>Pas aku buka mata videonya beneran jadi jernih dong, padahal sebelumnya aku setting di resolusi yang rendah. Dari situ aku yakin banget buat daftar ke MAN 2.</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><p>Jadi beberapa pertimbanganku saat memilih sekolah dulu adalah:</p><ul><li><p><strong>Seragam</strong> (alasan utama). Aku benar-benar suka dengan seragamnya yang sopan dan penggunaan ciput di sana yang sangat dinormalisasi. Bahkan saat Pramuka, memakai ciput adalah hal yang diwajibkan, jadi aku senang sekali karena tidak perlu merasa malu atau dikatain ukhti-ukhti hanya karena memakai ciput.</p></li></ul><ul><li><p><strong>Aku tidak merasa diriku akan berkembang jika terus berada di lingkungan yang sama. </strong>As I said before, kebanyakan siswa dari SMP-ku akan meneruskan ke SMA tersebut sehingga temannya akan itu-itu saja dan paling-paling hanya berbeda kelas nantinya (i love my close friends tho). Sedangkan aku dulu pribadi yang cukup pemalu dan karena itu juga mungkin aku ga ada prestasi sama sekali. Muncullah keinginan untuk berada di lingkungan baru di mana tidak ada orang yang mengenalku dan mengubah image menjadi lebih pemberani.</p></li><li><p><strong>Ada yang nge-crushin aku dan dia bakal nerusin ke SMA itu, jadi aku pengen menghindar</strong>. Kebetulan saat itu aku sudah tahu kalau ternyata pacaran itu dilarang dalam Islam, jadi aku berusaha sebisaku untuk tidak dekat dengan lawan jenis. </p></li></ul></div><p><span>Siapa sangka, dengan bersekolah di MAN, banyak sekali opportunity yang mungkin tidak akan aku dapatkan jika bersekolah di tempat lain. Juga, aku merasa lebih menjadi pemberani karena tidak ada orang yang kukenal di situ, sehingga  membuatku harus bersosialisasi dengan banyak orang baru. Oh iya, opportunity yang aku maksud itu lomba-lomba seperti olimpiade yang akhirnya membukakan jalanku untuk mendapatkan beasiswa. Di MAN 2, kegiatan-kegiatan lomba itu sangatlah didukung sehingga memudahkan aku untuk fokus di situ. Bagi yang belum tahu, aku dulu mendapatkan undangan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) angkatan 1 karena menjadi salah satu finalis nasional OSN Kebumian. Detailnya tidak kuceritakan di sini karena panjang, jadi kalian bisa lihat salah satu postingan yang aku pin yah!</span></p><p><span>Poin utama yang ingin aku sampaikan adalah ketika kita meningkatkan takwa, which means berusaha meninggalkan yang Allah larang dan mengikuti perintah-Nya, Allah bakal kasih jalan terbaik bahkan rezeki yang tidak disangka-sangka.</span></p><div class="pullquote"><p><span>Surat At-Talaq Ayat 2</span></p><p><span> &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606; &#1610;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1602;&#1616; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1614; &#1610;&#1614;&#1580;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604; &#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1765; &#1605;&#1614;&#1582;&#1618;&#1585;&#1614;&#1580;&#1611;&#1575;&#8230;&#8230;.</span></p><p><span>&#8230;Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. </span></p><p><span>Surat At-Talaq Ayat 3</span></p><p><span>&#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1585;&#1618;&#1586;&#1615;&#1602;&#1618;&#1607;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1581;&#1614;&#1610;&#1618;&#1579;&#1615; &#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1578;&#1614;&#1587;&#1616;&#1576;&#1615;</span></p><p><span>Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya&#8230;</span></p></div><p><span>Di case ini, misalnya, aku berusaha semampuku untuk bisa memakai ciput dan pakaian yang longgar, kemudian Allah kasih petunjuk serta kemudahan untuk menemukan sekolah yang sesuai.</span> Lalu atas ikhtiar (mengikuti lomba-lomba), lingkungan yang supportif, dan tentu saja atas izin Allah, aku bisa mendapatkan undangan beasiswa yang aku bahkan tidak menyangka itu ada. Karena teman-teman, beasiswa ini tahun sebelumnya tidak ada dan baru dibuat programnya di tahunku saat itu, jadi aku merupakan angkatan pertama. Dari perjalanan panjang tersebut, aku merenung dan sadar bahwa keinginan awal untuk menutup aurat itulah yang secara tidak langsung menuntun dan membukakan jalanku untuk bisa berkuliah di luar negeri. </p><p>Tidak bosan-bosan aku mencantumkan ini</p><blockquote><p style="text-align: center;"><em>&#8220;Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik&#8221; </em></p><p style="text-align: center;"><em><strong>(HR. Ahmad).</strong></em></p></blockquote><p></p><p><span>Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjawab pertanyaan teman-teman tentang mengapa aku memilih MAN daripada sekolah yang lain.</span></p><p><span>Jika kalian membaca sampai di sini, pastilah Allah yang menggerakkan hati kalian.</span></p><p><span>Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan berasal dari diriku sendiri.</span></p><p><span>May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said.</span></p><p><span>Allahumma Aamiiin&#8230;</span></p><p><span>Barakallahufikum, Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</span></p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://2121ii.substack.com/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe now&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="/__u/2121ii.substack.com/subscribe"><span>Subscribe now</span></a></p><div class="poll-embed" data-attrs="{&quot;id&quot;:749257}" data-component-name="PollToDOM"></div><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ketika kita menyukai seseorang]]></title><description><![CDATA[Assalamualaikum teman-teman, ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana caranya menjaga diri sebagai seorang muslim jika kita memiliki perasaan suka kepada seseorang.]]></description><link>https://2121ii.substack.com/p/ketika-kita-menyukai-seseorang</link><guid isPermaLink="false">https://2121ii.substack.com/p/ketika-kita-menyukai-seseorang</guid><dc:creator><![CDATA[uuii]]></dc:creator><pubDate>Mon, 06 Jul 2026 09:06:45 GMT</pubDate><enclosure url="https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/f60d62e2-5801-4cf5-ac48-6e38f4651d80_2220x2960.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p>Having a crush on someone alias suka sama seseorang itu nggak dilarang kok dan merupakan hal yang sangat wajar, tetapi yang seringkali menjadi masalah adalah bagaimana cara kita bersikap atas rasa suka tersebut. Apakah dengan rasa suka itu kita menjadi semakin dekat dengan Allah atau malah sebaliknya? Karena bisa saja rasa kagum itu memang Allah taruh untuk menguji apakah kita lebih mencintai ciptaanNya atau memilih ridhaNya.</p><p><span>Kita mulai dari membahas tentang batasan berinteraksi dengan lawan jenis dulu ya.</span></p><p><span>Di masa sekarang ini tentu saja kita tidak bisa menghindari interaksi dengan lawan jenis entah itu di sekolah, kuliah maupun di lingkungan kerja. Boleh-boleh saja kok berinteraksi jika sifatnya profesional seperti work related, studies related, dsb dengan mutual respect tentunya.</span></p><p><span>Tapi kalau ga ada kepentingan dan malah sering main bareng, ngobrol becandaan, atau bahkan curhat-curhat an, biasanya satu diantara atau ngga dua-duanya ada nyimpen rasa. It will be revealed eventually, tinggal nunggu waktu aja. Karena hakikatnya ga ada friendship antara cewe dan cowo itu yang pure, ga akan bisa jadi sahabat dekat/bestie.</span></p><p><span>Silahkan jika ada yang berbeda pendapat.</span></p><p><span>Di situasi dimana tidak ada kejelasan tapi dua orang sudah terlanjur dekat dan menaruh perasaan satu sama lain ini dinamakan apa teman-teman? Yak betul hts. Jika sudah begini akan ada dua kemungkinan nantinya, either mereka akan pacaran yang mana kita tahu ini merupakan perbuatan yang Allah larang</span></p><div class="pullquote"><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1602;&#1618;&#1585;&#1614;&#1576;&#1615;&#1608;&#1575;&#1759; &#1649;&#1604;&#1586;&#1617;&#1616;&#1606;&#1614;&#1609;&#1648;&#1619; &#1750; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1765; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1601;&#1614;&#1600;&#1648;&#1581;&#1616;&#1588;&#1614;&#1577;&#1611;&#1773; &#1608;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614; &#1587;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1604;&#1611;&#1773;&#1575;</span></p><p><span>Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (Quran 17:32)</span></p></div><p><span>Atau mereka akan jadi asing which is bakal ada pihak yang merasa sakit hati karena sudah terlanjur attached atau menaruh harapan. Intinya tidak ada outcome positif dari berinteraksi dengan lawan jenis secara berlebihan. Oleh karena itu kita harus bisa set boundaries. Jika memang tidak ada keperluan atau hal yang penting sebisa mungkin hindari berinteraksi, chat apalagi telefon dengan lawan jenis.</span></p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://2121ii.substack.com/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe now&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="/__u/2121ii.substack.com/subscribe"><span>Subscribe now</span></a></p><p style="text-align: center;"><em><strong><span>&#8220;Tapi aku suka banget sama dia, kalau ga aku deketin sekarang terus nanti dia suka sama yang lain gimana?&#8221;</span></strong></em></p><p><span>Memang ujian banget yah menyukai seseorang sedangkan di sisi lain diri kita juga belum siap untuk menikah. Tapi tenang saja teman-teman, kalau memang kalian berjodoh pasti nanti akan Allah pertemukan di waktu yang terbaik insyaAllah, entah bagaimana caranya, saat kalian sudah sama-sama siap. Untuk teman-teman yang masih bersekolah, berkuliah, atau baru meniti karir, kiranya akan lebih baik jika fokus dulu menuntut ilmu, bekerja, mencari passion, upgrade diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Aku yakin masih banyak hal lain yang bisa kita perbaiki dalam diri kita daripada terus-terusan memikirkan orang yang kita suka. Memang betul kita masih muda, tapi umur ga ada yang tau, sedangkan kematian itu jauh lebih pasti daripada jodoh and even promised in the Quran.</span></p><div class="pullquote"><p style="text-align: center;"><span>&#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1615; &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1613;&#1762; &#1584;&#1614;&#1575;&#1619;&#1574;&#1616;&#1602;&#1614;&#1577;&#1615; &#1649;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1608;&#1618;&#1578;&#1616; &#1751; &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1578;&#1615;&#1608;&#1614;&#1601;&#1617;&#1614;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614; &#1571;&#1615;&#1580;&#1615;&#1608;&#1585;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614; &#1649;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616;&#1610;&#1614;&#1600;&#1648;&#1605;&#1614;&#1577;&#1616; &#1750; &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606; &#1586;&#1615;&#1581;&#1618;&#1586;&#1616;&#1581;&#1614; &#1593;&#1614;&#1606;&#1616; &#1649;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616; &#1608;&#1614;&#1571;&#1615;&#1583;&#1618;&#1582;&#1616;&#1604;&#1614; &#1649;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1577;&#1614; &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1583;&#1618; &#1601;&#1614;&#1575;&#1586;&#1614; &#1751; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1649;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1608;&#1648;&#1577;&#1615; &#1649;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;&#1619; &#1573;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1575; &#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1600;&#1648;&#1593;&#1615; &#1649;&#1604;&#1618;&#1594;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1585;&#1616;</span></p><p><span>Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.</span></p><p><span>(Quran 3:185)</span></p></div><p><span>Toh menikah itu nanti ga cuman modal cinta doang, harus ada knowledge serta kestabilan secara emosional maupun finansial. Jadi hal terbaik yang bisa kita lakukan di situasi yang seperti ini adalah dengan fokus upgrade diri dan tidak memberi akses sedikitpun terhadap apa-apa yang kiranya bisa membuat kita terjerumus ke haram relationship (just friend, hts, apalagi pacaran). Tidak apa-apa sekali jika ada orang yang beranggapan kita aneh atau &#8220;terlalu ekstrim&#8221;, yang penting Allah ridha sama kita.</span></p><blockquote><p><em><span>&#8220;Islam datang dalam keadaan asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing</span></em><span>&#8221;</span></p><p>(HR. Muslim no.145)</p></blockquote><p><span>Berikut ini insyaAllah hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga diri: </span></p><p><strong><span>1.Menjaga pandangan dan menutup aurat</span></strong></p><p><span>Terdengar klise, tapi ini benar, teman-teman, rasa suka itu biasanya dimulai dari pandangan, entah itu in real life maupun di sosial media. Ketika mata melihat yang menarik, itu nanti pasti akan masuk ke hati dan pikiran. Dalam sebuah penelitian para peneliti berhipotesis bahwa terlibat dalam perilaku kontak mata dan sentuhan kasih sayang dapat meningkatkan kadar oksitosin, yang kemudian memfasilitasi keterlibatan emosional dan ikatan lebih lanjut (Schneiderman et al., 2012).</span></p><p><span>Allah juga sudah memerintahkan dalam Surah An-Nur Ayat 30 dan 31 tentang pentingnya menjaga pandangan baik bagi laki-laki maupun perempuan.</span></p><div class="pullquote"><p><span>&#1602;&#1615;&#1604;&#1618; &#1604;&#1616;&#1617;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614; &#1610;&#1614;&#1594;&#1615;&#1590;&#1615;&#1617;&#1608;&#1618;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1575;&#1614;&#1576;&#1618;&#1589;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1601;&#1614;&#1592;&#1615;&#1608;&#1618;&#1575; &#1601;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1618;&#1580;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1584;&#1648;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1575;&#1614;&#1586;&#1618;&#1603;&#1609;&#1648; &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1575;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1648;&#1607;&#1614; &#1582;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1618;&#1585;&#1612;&#1762; &#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1589;&#1618;&#1606;&#1614;&#1593;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614;</span></p><p><strong><span>Artinya: </span></strong><span>&#8220;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, &#8216;Hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.&#8217;&#8221; (QS. An-Nur: 30)</span></p><p><span>&#1608;&#1614;&#1602;&#1615;&#1604;&#1618; &#1604;&#1616;&#1617;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1648;&#1578;&#1616; &#1610;&#1614;&#1594;&#1618;&#1590;&#1615;&#1590;&#1618;&#1606;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1575;&#1614;&#1576;&#1618;&#1589;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1601;&#1614;&#1592;&#1618;&#1606;&#1614; &#1601;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1618;&#1580;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1615;&#1576;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614; &#1586;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;&#1578;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1575;&#1616;&#1604;&#1614;&#1617;&#1575; &#1605;&#1614;&#1575; &#1592;&#1614;&#1607;&#1614;&#1585;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1604;&#1618;&#1610;&#1614;&#1590;&#1618;&#1585;&#1616;&#1576;&#1618;&#1606;&#1614; &#1576;&#1616;&#1582;&#1615;&#1605;&#1615;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1593;&#1614;&#1604;&#1648;&#1609; &#1580;&#1615;&#1610;&#1615;&#1608;&#1618;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1750;&#8230;</span></p><p><strong><span>Artinya: </span></strong><span>&#8220;Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, &#8216;Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...&#8217;&#8221; (QS. An-Nur: 31)</span></p></div><p><span>Selain itu, dengan menutup aurat, kita bisa memudahkan lawan jenis dalam menjaga pandangannya. Jadi dua komponen ini sama-sama harus di maintain yah!</span></p><p><strong>2.Hindari curhat tentang masalah pribadi kepada lawan jenis AT ALL COST! </strong></p><p>I&#8217;m deadly serious about this! Terutama bagi perempuan. </p><p>Men and women are bonded very differently. </p><p>Perempuan itu pada dasarnya memang lebih mudah attached (tergantung) secara emosional dibandingkan laki-laki. Tidak usah jauh-jauh berinteraksi secara fisik deh, ketika perempuan itu merasa dirinya dimengerti, merasa aman, merasa bahwa &#8220;hanya dia yang bisa memahami aku&#8221; maka akan ada emotional attachment disitu. Ketika hati mulai bergantung kepada yang selain Allah, pasti akhirnya nanti akan sakit hati akibat ekspektasi terhadap makhluk. </p><p>Dalam psikologi teman-teman, ketika seseorang menceritakan masalah pribadi atau rahasianya kepada orang lain, itu bakal menumbuhkan semacam connection. Ikatan ini disebut &#8220;<em>the vulnerability loop</em>&#8221; dimana nantinya akan terbangun kepercayaan dan kedekatan satu sama lain by exposing each other&#8217;s vulnerability (Mann&#233;, 2022). Tentu saja ini ga boleh ya sama lawan jenis yang bukan mahram, bisa berpotensi menimbulkan fitnah dan emotional attachment pada tempat yang tidak seharusnya.</p><p><strong>3.Hindari kontak fisik </strong></p><p>Balik ke penelitian di poin pertama, Schneiderman et al., 2012 bilang kalau sentuhan bisa meningkatkan hormon oksitosin. Hormon ini itu terkait sama sistem dopamine-rich network dan area di otak yang mendukung pembentukan romantic attachment itu sangat kaya akan reseptor oksitosin ini. Jadi menghindari kontak fisik tuh sebagai ikhtiar buat ngejaga kita dari temptation, feelings atau desires buruk yang mungkin awalnya kita ga sadar itu ada. </p><p>Rasulullah bersabda: </p><blockquote><p>&#8220;<em>Seandainya kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.</em>&#8221; </p><p>(HR. Ath-Thabrani). </p></blockquote><blockquote><p>&#8220;<em>Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.&#8221; </em></p><p>(HR. Malik, Tirmidzi, dan An-Nasa&#8217;i).</p></blockquote><p></p><p style="text-align: center;"><em><strong><span>&#8220;Gimana kalau misalkan ada yang menyatakan kalau dia suka sama kita tapi di sisi lain kita ga mau pacaran?&#8221;</span></strong></em></p><p><span>Kita bagi jadi dua case, case pertama ketika seseorang telah terang-terangan menyatakan kalau dia suka sama kita, kemudian case kedua ketika kita tau kalau orang tersebut ada interest tapi belum ada pengungkapan. </span><strong><span>Ini skenario jika kalian belum siap menikah ya.</span></strong></p><p><span>Untuk case pertama, kalian bisa tolak dengan bahasa yang baik. Apresiasi dulu atas keberaniannya dalam mengungkapkan perasaaan lalu jelaskan reasoning kalian dalam menolak tanpa menjatuhkan atau membuat lawan bicara merasa malu atau sakit hati. I know it&#8217;s not as easy as it seems, apalagi kalau kalian sama-sama suka.</span></p><p><span>Untuk case kedua, misal nih kalian bisa ngerasain orang ini ada interest dari gaya chatting nya. Ga mungkin dong kalian tiba-tiba cut off orang itu, karena takutnya kita yang kegeeran juga kan. Jadi kalian bisa pura-puraan aja udah punya crush biar orangnya menjauh (pengalaman pribadi and it works hehe). Pernah dulu, aku merasa ada orang yang mencoba mendekati (lewat chat) tapi belum ada pengungkapan. Jadi sebelum itu terjadi, aku masukin dia ke close friend lalu aku post foto cowo dari pinterest dan dikasih caption seolah&#8221; yang di foto itu crush aku. Dan sejak saat itu dia berhenti chat&#8221; ataupun reply&#8221; story without even questioning. Alhamdulillah. Dan sepertinya dugaanku benar, karena beberapa bulan kemudian orang tersebut engaged. Semoga Allah senantiasa memberkahi rumah tangga mereka Aamiiin.</span></p><p><span>Yakin deh gais kalau kita meninggalkan suatu keadaan for the sake of Allah nanti Allah bakal ganti sama keadaan yang lebih baik. Dilarangnya interaksi yang berlebihan antara lawan jenis itu juga sebab Allah sayang banget sama hambaNya. Allah gamau kita terjerumus dalam hal yang sia-sia dan berpotensi menyakitkan hati.</span></p><p><span>Lagipula kalau kita benar-benar suka orang itu karena Allah, ga mungkin dong kita malah membuat dia berbuat dosa (karena berpacaran dengan kita) dan menjauh dari Nya?</span></p><p><span>Pun jika nanti hubungan yang Allah larang itu berakhir di pernikahan, akankah berkah pernikahan tersebut? Bukankah suatu keberkahan hanya bisa didapat dengan cara yang Allah ridhai?</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><p><span>Maka dari itu, jika kita menyukai seseorang sedangkan kita belum siap untuk menikah, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menjauh for the sake of Allah dan mendoakannya agar Allah selalu jaga dia sebagaimana pula kita menjaga diri kita. No other option ya (hts, justfriend, pacaran, dll)!</span></p><p><span>Berdoa juga biar kita dimudahkan untuk fokus memperbaiki diri, membangun karir, dan mendekatkan diri kepada Allah instead of mikirin dia terus hehe.</span></p></div><p><em><strong><span data-color="#3d85c6" style="color: rgb(61, 133, 198);">Remember, it&#8217;s not worth losing your imaan for a temporary pleasure.</span></strong></em></p><p><span>Sekian, semoga bisa menjawab pertanyaan dan bisa bermanfaat  ya! Semua yang aku tulis ini tentunya juga sebagai reminder terhadap diriku sendiri.</span></p><p><span>Jika kalian membaca sampai sini, pastilah Allah yang menggerakkan hati kalian.</span></p><p><span>Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan berasal dari diriku sendiri. May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said.</span></p><p><span>Allahumma Aamiiin&#8230;</span></p><p><span>Barakallahufikum, Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</span></p><div><hr></div><p></p><p style="text-align: center;"><strong><span>References</span></strong></p><blockquote><p><span>Mann&#233;, L. (2022, February 23). The Vulnerability Loop. Lily Manne. https://www.lilymanne.com/journal/the-vulnerability-loop</span></p><p><span>Schneiderman, I., Zagoory-Sharon, O., Leckman, J. F., &amp; Feldman, R. (2012). Oxytocin during the initial stages of romantic attachment: Relations to couples&#8217; interactive reciprocity. Psychoneuroendocrinology, 37(8), 1277&#8211;1285. https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2011.12.021</span></p></blockquote>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Mengurangi Exposure Musik 🎼🎧]]></title><description><![CDATA[Desclaimer ini pengalaman pribadi aku ya! Aku tidak mengeneralisir ini untuk semua orang dan disini aku tidak membahas apa hukum musik.]]></description><link>https://2121ii.substack.com/p/mengurangi-exposure-musik</link><guid isPermaLink="false">https://2121ii.substack.com/p/mengurangi-exposure-musik</guid><dc:creator><![CDATA[uuii]]></dc:creator><pubDate>Tue, 30 Jun 2026 11:59:27 GMT</pubDate><enclosure url="https://substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/><content:encoded><![CDATA[<p><em><span>Hai teman-teman! Ingin menjawab pertanyaan tentang mengapa aku mengurangi exposure musik.</span></em></p><div class="captioned-image-container"><figure><a class="image-link image2 is-viewable-img" target="_blank" href="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg" data-component-name="Image2ToDOM"><div class="image2-inset"><picture><source type="image/webp" srcset="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_424, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 424w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_848, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 848w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_1272, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 1272w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_1456, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_webp, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 1456w" sizes="100vw"><img src="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!,w_1456,c_limit,f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg" width="3024" height="4032" data-attrs="{&quot;src&quot;:&quot;https://substack-post-media.s3.amazonaws.com/public/images/bb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg&quot;,&quot;srcNoWatermark&quot;:null,&quot;fullscreen&quot;:null,&quot;imageSize&quot;:&quot;normal&quot;,&quot;height&quot;:4032,&quot;width&quot;:3024,&quot;resizeWidth&quot;:null,&quot;bytes&quot;:0,&quot;alt&quot;:null,&quot;title&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;&quot;,&quot;href&quot;:null,&quot;belowTheFold&quot;:false,&quot;topImage&quot;:true,&quot;internalRedirect&quot;:null,&quot;isProcessing&quot;:false,&quot;align&quot;:null,&quot;offset&quot;:false}" class="sizing-normal" alt="" srcset="/__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_424, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 424w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_848, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 848w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_1272, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 1272w, /__u/substackcdn.com/image/fetch/$s_!azRy!, /__u/2121ii.substack.com/w_1456, /__u/2121ii.substack.com/c_limit, /__u/2121ii.substack.com/f_auto, /__u/2121ii.substack.com/q_auto:good, /__u/2121ii.substack.com/fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fsubstack-post-media.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbb852f0c-6579-4ea9-83c1-45cdbbab9d74_4032x3024.jpeg 1456w" sizes="100vw" fetchpriority="high"></picture><div class="image-link-expand"><div class="pencraft pc-display-flex pc-gap-8 pc-reset"><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container restack-image"><svg aria-hidden="true" width="20" height="20" viewBox="0 0 20 20" fill="none" stroke-width="1.5" stroke="var(--color-fg-primary)" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><g><path d="M2.53001 7.81595C3.49179 4.73911 6.43281 2.5 9.91173 2.5C13.1684 2.5 15.9537 4.46214 17.0852 7.23684L17.6179 8.67647M17.6179 8.67647L18.5002 4.26471M17.6179 8.67647L13.6473 6.91176M17.4995 12.1841C16.5378 15.2609 13.5967 17.5 10.1178 17.5C6.86118 17.5 4.07589 15.5379 2.94432 12.7632L2.41165 11.3235M2.41165 11.3235L1.5293 15.7353M2.41165 11.3235L6.38224 13.0882"></path></g></svg></button><button tabindex="0" type="button" class="pencraft pc-reset pencraft icon-container view-image"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-maximize2 lucide-maximize-2"><polyline points="15 3 21 3 21 9"></polyline><polyline points="9 21 3 21 3 15"></polyline><line x1="21" x2="14" y1="3" y2="10"></line><line x1="3" x2="10" y1="21" y2="14"></line></svg></button></div></div></div></a></figure></div><p><span>Ada dua pembahasan utama, yaitu dari segi science lalu dari perspektif ku sebagai seorang muslim (teman2 yang bukan muslim bisa skip part ini, tapi kalo mau tetap baca silahkan).</span></p><p><span>First of all, aku memang tidak punya aplikasi musik seperti spotify, apple music, atau semacamnya, tapi aku sering mendengarkan baik di youtube ataupun sekedar di fyp tiktok, dan sering menggunakannya di vt&#8221;ku yg sebelumnya. Lately aku sadar, emosi atau mood ku seringkali tergantung terhadap musik apa yang sedang aku dengarkan. Kalau musiknya happy aku ikutan happy, kalo vibes musiknya sedih aku bakal ikutan galau juga.</span></p><p><strong><span data-color="#3d85c6" style="color: rgb(61, 133, 198);">Kita coba bahas dari sisi science nya. </span></strong></p><p><span>Beberapa bulan yang lalu, aku melihat video youtube dari Lrnjulie, dimana dia menceritakan pengalamannya tidak mendengarkan musik selama 3 bulan, as a science experiment. Aku sangat merekomendasikan kalian untuk menonton videonya karena dia mencantumkan banyak academic paper disitu yang bisa kalian baca juga. Berikut beberapa pengalaman pribadi yang mendasari alasanku untuk mengurangi musik beserta scientific studies yang aku kutip dari video youtube tersebut.</span></p><p><span>Ingat sekali dulu ketika aku kalah OSN dan merasa sangat pundung dengan kehidupan ini, aku mendengarkan lagu &#8220;usik&#8221; sampai mata sembab berhari-hari. Kek instead of looking for other plans, aku menyibukkan diri dengan grieving diiringi lagu tersebut karena merasa &#8220;relate&#8221;.</span></p><p><span>Pernah wondering gasih, kenapa banyak orang justru mendengarkan lagu galau ketika sedang bersedih? Kawakami et al. (2013) dalam penelitiannya bilang kalau mendengarkan lagu sedih menyebabkan orang merasakan &#8220;emosi campuran&#8221;, jadi kek meskipun lagunya itu sedih, kamu mungkin bakal ngerasain semacam &#8220;comfort&#8221; or &#8220;happiness&#8221; from it karena kita meromantisasi emosi tersebut.</span></p><p><span>Julie said in her video: </span></p><blockquote><p>&#8220;<em>So, instead of unpacking it (your problem) you&#8217;re throwing sad music on top of it and then you&#8217;re completely identifying with those songs of choice instead of actually evaluating your current state</em>&#8221;.</p></blockquote><p><span>I was like deymm, this was what I felt.</span></p><p><span>Ketika aku belajar misalnya, selain red bull terkadang aku butuh banget dengerin musik biar ga ngantuk. Dan jujur saja saat mendengarkan lagu aku merasa lebih semangat TAPI ketika lagunya selesai, semangat belajarku perlahan memudar dan mendorong aku untuk mencoba mencari lagu&#8221; yang lain agar kembali semangat.</span></p><p class="button-wrapper" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://2121ii.substack.com/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe now&quot;,&quot;action&quot;:null,&quot;class&quot;:null}" data-component-name="ButtonCreateButton"><a class="button primary" href="/__u/2121ii.substack.com/subscribe"><span>Subscribe now</span></a></p><p><span>Misalkan lagi, saat aku berjalan sendiri, I used to play my favourite songs terus aku merasa seperti main character di dunia ini, atau kek merasa keren aja, tapi pas headset kulepas sensasi itu pun menghilang.</span></p><p><span>Jadi intinya aku merasa musik yang aku dengarkan selama ini membuat ku sering daydreaming dan bingung atas emosiku sendiri.</span></p><p><span>Alasan berikutnya yaitu aku merasakan mulai ada adiksi atau ketergantungan dengan musik. Pada tahun 1993, Brown menyatakan ada 6 ciri utama dari adiksi, dua diantaranya yang aku merasa relate yaitu </span><em><span>euforia</span></em><span> dan </span><em><span>konflik. </span></em><span>Euforia berarti seseorang melakukan aktivitas itu untuk mengejar rasa senang, &#8220;buzz&#8221;. Sedangkan Konflik merujuk pada masalah yang muncul antara pengguna dengan orang-orang di sekitarnya, atau konflik dalam diri sendiri, akibat aktivitas tersebut. Dari case ku, aku merasa mendengarkan musik somehow memberikan rasa senang tapi itu hanya sementara, dan tidak jarang membuatku mempunyai internal konflik dengan diri sendiri hanya karena merasa relate dengan lagu tersebut.</span></p><p><span>Julie dalam videonya menyatakan ada beberapa hal yang dia pelajari setelah tidak mendengarkan musik selama 3 bulan. Seperti, lebih merasa &#8220;presence&#8221; , lebih fokus terhadap detail, lebih lebih aware dengan dunia sekitar, dan dengan tidak mendengarkan musik membantu dia untuk lebih bisa mengidentifikasi emosi yang dia rasakan dengan lebih akurat.</span></p><p><span>Dalam videonya, dia tidak against music karena dia acknowledge kalau musik memang ditemukan hampir di semua culture or civilization that ever existed in the world. Musik juga disebutkan memiliki health benefits seperti menurunkan tanda stres biologis (seperti hormon kortisol), khususnya di lingkungan klinis seperti rumah sakit (Finn &amp; Fancourt, 2018).</span></p><p><span>Jadi masalah yang dia highlight disini adalah di masa sekarang kita punya akses ke musik secara unlimited dimana kita bisa dengerin itu kapanpun dan selama yang kita mau, and that&#8217;s the problem. Karena tidak ada ruang untuk &#8220;silence&#8221;. Intinya dia bilang if you feel like you&#8217;re addicted to music, just try not to listen to it for a while and embrace the richness of silence and just be with your own thoughts.</span></p><p><span>Untuk pembahasan science lebih lengkap dan detail aku sangat merekomendasikan kalian tonton videonya ya! Karena jika aku jelaskan disini akan terlalu panjang hehe.</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><p><span>Kesimpulan : Aku mengurangi exposure musik karena dua hal</span></p><ul><li><p><span>Aku seringkali merasakan emotional confusion</span></p></li><li><p><span>Aku merasa mulai ada ketergantungan pada musik saat hendak melakukan suatu hal contohnya belajar. </span></p></li></ul></div><p><strong><span data-color="#3d85c6" style="color: rgb(61, 133, 198);">Oke kita beralih ke pembahasan dari sudut pandangku sebagai Muslim.</span></strong></p><p><span>Aku ingin desclaimer bahwa aku disini sebagai orang awam ya teman&#8221;! dan disini aku tidak membahas apa hukum musik secara mutlak karena banyak sekali pendapat yang berbeda mengenai hal ini.</span></p><p><span>Tahun 2019 aku memutuskan &#8220;hijrah&#8221; dari kpop dan berbagai genre musik lainnya (tidak ku ceritakan detailnya disini karena terlalu panjang). Tapi setelah adanya instagram reels dan tiktok aku jadi balik lagi dengerin musik, awalnya kek cuman instrumen2 doang tapi lama kelamaan dengerin lagu yang berlirik. Awal post instagram dan tiktok juga aku jarang pake musik, tapi lama kelamaan backsound itu kek jadi hal wajib, karena kalo gada backsound postinganku jadi kelihatannya membosankan dan krik-krik.</span></p><p><span>Sejak saat itu aku mikir kek, toh aku masih bisa baca sama hafalin Quran, meskipun masih dengerin musik. Like I see no problem with maintaining these two things dan orang2 kelihatan fine2 aja tuh meskipun mereka dengerin musik, pikirku.</span></p><p><span>Tapi deep down aku sadar ibadahku udah ga kaya dulu lagi rasanya, aku merasa semakin jauh dari Allah. Di awal tahun 2025 aku ngerasa &#8220;kosong&#8221; dan kurang khusyu&#8217; dalam beribadah. Terus kalau pas waktu senggang aku lebih sering humming lagu2 ketimbang dzikir atau mengingat Allah. Banyak faktor lain tentunya seperti kesibukan kuliah dan lain-lain, tapi aku bahas musik karena itu yang menurutku yang paling ada impact di diri aku, yang before afternya paling kelihatan.</span></p><p><span>Dan yap seperti yang sudah kuceritakan, lama kelamaan aku mulai memiliki adiksi dengan musik, I&#8217;m being dependent on it.</span></p><p><em><span>Ini dia akar masalahnya, ketika kita bergantung pada suatu hal yang kita tidak punya kontrol atas hal tersebut, it can be life damaging. Like, one day it&#8217;s gone.</span></em></p><p><span>Bicara soal bergantung, ada suatu waktu di tahun ini yang tanpa diduga Allah kasih aku ujian perasaan dimana aku secara tidak sadar menaruh harapan dan bergantung kepada seseorang. Pada akhirnya aku pun merasakan sakit hati dan kecewa akibat dari perbuatanku sendiri. Disini aku bener&#8221; belajar kalau kita itu ga boleh dependent/bergantung terhadap apapun selain kepada Allah. Ini dalam hal apapun, tidak melulu menyangkut manusia, contohnya musik juga in my case, and I learned my lesson the hard way, Alhamdulillah.</span></p><p><span>Sudah berkali kali juga sebenernya aku melihat postingan yang bilang kalau musik sama Quran itu ga bisa bersatu tapi aku denial. Dan akhirnya aku sekarang relate akan hal tersebut. Meskipun nih ya aku dengerin musik pas lagi belajar, terus nanti pas di bus aku dengerin Quran, I can&#8217;t feel anything. Kek yaudah aja gitu kek angin lewat.</span></p><p><span>Ditambah lagi beberapa hari yang lalu tiba-tiba aku merasa sangat takut akan kematian. Literally aku lagi movie night sama temen2 lalu ada perasaan aneh dimana aku sangat takut kalau tiba2 meninggal. Aku sudah mencoba agar fokus nonton tapi rasa takut itu tetap ada sampai aku benar2 mau menangis dan dalam hati aku terus beristighfar.</span></p><p><span>Aku mikir kek &#8220; </span><em><span>kira-kira dengan amalanku yang segini, apakah cukup nanti buat masuk surga?</span></em><span>&#8221;</span></p><p><span>Disitu aku mikirin postingan&#8221;ku di sosial media,</span></p><p><em><span>&#8220;Aku ngepost ini niatnya karena Allah apa cuman pengen keliatan keren doang?&#8221;</span></em></p><p><em><span>&#8220;Kira-kira postingan ini ada manfaatnya ga ya? Apa justru malah jadi dosa jariyah buat aku&#8221;</span></em></p><p><span>Beberapa hari kemudian aku menonton 2 video dari channel @hippiearab aka farah, video pertama dia membahas tentang &#8220;</span><em><strong><span>giving something up for the sake of Allah</span></strong></em><span>&#8221; lalu di video berikutnya tentang pengalaman dia tentang &#8220;</span><em><strong><span>life without music</span></strong></em><span>&#8221;. Aku sangat rekomendasiin kalian buat nonton video&#8221; dia karena sebagian besar decision aku juga terinfluence dari dia.</span></p><p><span>Jujur sangatlah tidak mudah buat aku ninggalin musik teman&#8221;, kek misal dulu aku sering banget dengerin &#8220;multo&#8221; sama &#8220;about you&#8221; tapi sekarang ga lagi, karena jika ditelaah lagi makna lagunya hampir tiada kebaikan disitu hiks.</span></p><p><span>Ga mudah juga harus mengarsip banyak postinganku yang beberapa udah jutaan views. You named it : dandelions, perjalanan beasiswa, foto sunset, video kucing, dan lain-lain.</span></p><p><span>Tapi aku meyakinkan diri dan berusaha ingat kalau kita meninggalkan sesuatu karena Allah, nanti Allah bakal ganti sama yang jauh lebih baik.</span></p><p><span>Jadi kesimpulannya aku berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi mendengarkan musik karena</span></p><div class="callout-block" data-callout="true"><ul><li><p><strong><span>Mentally</span></strong><span>, I&#8217;m kind of struggling to identify my own emotions, and I feel like I&#8217;ve become more dependent on music in my daily life.</span></p></li><li><p><strong><span>Spiritually</span></strong><span>, I feel that music has affected my connection with the Qur&#8217;an. I feel less connected to Allah, and I&#8217;m afraid it could become dosa jariyah, especially bcs of the meaningless or inappropriate lyrics in the music I used in my VT.</span></p></li></ul></div><p><span>Sekian teman-teman! Jika kalian membaca sampai detik ini, itu karena Allah yang menggerakkan hati kalian. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini ya! Maaf jika ada salah kata, Barakallahufikum :)</span></p><p><span>Semua referensi aku cantumkan dibawah.</span></p><p></p><p><span>References</span></p><blockquote><p><span>Brown, R. I. F. (1993). Some contributions of the study of gambling to the study of other addictions. </span><em><span>Gambling behavior and problem gambling</span></em><span>, </span><em><span>1</span></em><span>, 241-272.</span></p><p><span>Finn, S., &amp; Fancourt, D. (2018). The biological impact of listening to music in clinical and nonclinical settings: A systematic review. </span><em><span>Progress in Brain Research</span></em><span>, 173&#8211;200. </span><a href="https://doi.org/10.1016/bs.pbr.2018.03.007"><span>https://doi.org/10.1016/bs.pbr.2018.03.007</span></a></p><p><span>Kawakami, A., Furukawa, K., Katahira, K., &amp; Okanoya, K. (2013). Sad music induces pleasant emotion. </span><em><span>Frontiers in Psychology</span></em><span>, </span><em><span>4</span></em><span>. </span><a href="https://doi.org/10.3389/fpsyg.2013.00311"><span>https://doi.org/10.3389/fpsyg.2013.00311</span></a></p><p><span>Lrnjulie (2024, April 16). I didn&#8217;t listen to music for 3 months (a science experiment) [video]. YouTube. </span></p><div id="youtube2-L3gwLK5ZVgE" class="youtube-wrap" data-attrs="{&quot;videoId&quot;:&quot;L3gwLK5ZVgE&quot;,&quot;startTime&quot;:null,&quot;endTime&quot;:null}" data-component-name="Youtube2ToDOM"><div class="youtube-inner"><iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/L3gwLK5ZVgE?rel=0&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;enablejsapi=0" frameborder="0" loading="lazy" gesture="media" allow="autoplay; fullscreen" allowautoplay="true" allowfullscreen="true" width="728" height="409"></iframe></div></div><p><span>farah (2023, May 28). giving something up for the sake of Allah [video]. YouTube. </span></p><div id="youtube2-PGesl-da5p4" class="youtube-wrap" data-attrs="{&quot;videoId&quot;:&quot;PGesl-da5p4&quot;,&quot;startTime&quot;:null,&quot;endTime&quot;:null}" data-component-name="Youtube2ToDOM"><div class="youtube-inner"><iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/PGesl-da5p4?rel=0&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;enablejsapi=0" frameborder="0" loading="lazy" gesture="media" allow="autoplay; fullscreen" allowautoplay="true" allowfullscreen="true" width="728" height="409"></iframe></div></div><p><span>farah (2023, July 21). life without music (my experience) [video]. YouTube. </span></p><div id="youtube2-tXSFMWnM2mQ" class="youtube-wrap" data-attrs="{&quot;videoId&quot;:&quot;tXSFMWnM2mQ&quot;,&quot;startTime&quot;:null,&quot;endTime&quot;:null}" data-component-name="Youtube2ToDOM"><div class="youtube-inner"><iframe src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/tXSFMWnM2mQ?rel=0&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;enablejsapi=0" frameborder="0" loading="lazy" gesture="media" allow="autoplay; fullscreen" allowautoplay="true" allowfullscreen="true" width="728" height="409"></iframe></div></div></blockquote><div class="subscription-widget-wrap-editor" data-attrs="{&quot;url&quot;:&quot;https://2121ii.substack.com/subscribe?&quot;,&quot;text&quot;:&quot;Subscribe&quot;,&quot;language&quot;:&quot;en&quot;}" data-component-name="SubscribeWidgetToDOM"><div class="subscription-widget show-subscribe"><div class="preamble"><p class="cta-caption">Thanks for reading! Subscribe for free to receive new posts and support my work.</p></div><form class="subscription-widget-subscribe"><input type="email" class="email-input" name="email" placeholder="Type your email&#8230;" tabindex="-1"><input type="submit" class="button primary" value="Subscribe"><div class="fake-input-wrapper"><div class="fake-input"></div><div class="fake-button"></div></div></form></div></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>